Media Sosial

G. Prasetyadi
46 views

academics

(Tulisan ketiga untuk bahan ajar dan diskusi mata kuliah Jejaring Sosial dan Konten Kreatif di Universitas Gunadarma)

Apa itu Media Sosial?

Media sosial (kita singkat menjadi medsos ya..) adalah platform berbasis komputer untuk memudahkan kita berbagi pemikiran, ide, dan informasi dengan orang lain.

Media sosial biasanya didasarkan pada konten yang dibuat pengguna (user-generated content), hal ini memberi orang-orang kesempatan untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik (atau tidak).

Apa tujuan awal dari media sosial? Seperti yang dinyatakan oleh Aristoteles, filsuf Yunani, manusia adalah makhluk sosial. Ia perlu berinteraksi dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dan kebutuhan ini tidak pernah berubah sepanjang masa, meskipun gaya hidup manusia senantiasa berubah-ubah, didukung dan dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. Setelah komputer genggam (ponsel/smartphone) dan komputer portabel menjadi umum, media sosial menjadi lebih populer di kalangan masyarakat. Kita bisa bersosialisasi dimanapun kita berada.

Media Sosial Pertama

Sistem PLATO dibuat pada tahun 1973 di Universitas Illinois. Perangkat lunak ini membantu siswa mengobrol dan berbagi catatan dan layar secara daring. Namun ini tidak memenuhi beberapa kriteria media sosial.

"Six degrees" adalah media sosial online pertama. Ia memungkinkan pengguna memiliki dan mengubah profil atau identitas pengguna. Sebelum zaman medsos modern, jati diri virtual adalah konsep yang rumit.

Timeline

Berikut ini adalah tahun-tahun penting berkaitan dengan teknologi dan platform medsos:

  • 1973: Talkomatic dibuat oleh Dave Wooly dan Douglas Brown di Universitas Illinois. Layanan ini berupa chat room dengan banyak pengguna dengan fitur terbatas
  • 1997: Andrew Weinreich membuat SixDegrees.com
  • 1997: Barry Appelman, Eric Bosco, dan Jerry Harris menciptakan layanan pesan instan AOL
  • 1999: Jerry Yang dan David Filo merilis Yahoo! Messenger
  • 1999: Microsoft merilis MSN Messenger dengan fitur baru berupa panggilan video
  • 1999: Brad Fitzpatrick membuat LiveJournal, sebuah layanan blogging
  • 2001: SixDegrees.com tutup
  • 2001: Windows Messenger, versi terintegrasi dari MSN Messenger
  • 2002: Friendster lahir dari buah pemikiran Jonathan Abrams
  • 2003: Reid Hoffman dkk memperkenalkan LinkedIn
  • 2003: Thomas Anderson membuat Myspace
  • 2003: Niklas Zennström menciptakan Skype
  • 2004: Mark Zuckerberg dan Facebook.
  • 2005: Aaron Swartz dan Reddit.
  • 2006: Twitter oleh Jack Dorsey
  • 2010: Ben Silbermann -> Pinterest.
  • 2010: Kevin Systrom -> Instagram; siapa tidak pernah menggunakan IG??
  • 2011: Evan Spiegel dan Snapchat
  • 2011: Bradley Horowitz memperkenalkan Google plus
  • 2011: Justin Kan merilis Twitch, platform live-streaming untuk gamers
  • 2012: Sean Rad meluncurkan Tinder, app untuk dating
  • 2012: Instagram dibeli Facebook seharga $1 miliar
  • 2013: Larry Page dan Sergey Brin merilis Google Hangouts
  • 2014: Amazon mengakuisisi Twitch, layanan live streaming untuk gamers
  • 2014: Alex Zhu dan Luyu Yang menciptakan musical.ly, app untuk lip-sync
  • 2015: Friendster punah
  • 2015: Discord muncul
  • 2016: Yahoo! Messenger berhenti didukung
  • 2017: ByteDance mengakuisisi Musical.ly senilai $1 miliar
  • 2017: TikTok, platform video pendek
  • 2018: Yahoo! Messenger resmi dihentikan
  • 2019: Google Plus mati

Pemasaran Menggunakan MedSos

Dengan munculnya banyak media sosial baru, platform medsos harus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan netizen akan konten yang segar dan menarik. Yang lemot beradaptasi akan mati. Salah satu strategi adalah menjadikan platform medsos menjadi platform periklanan bagi perusahaan dan organisasi bisnis.

Dengan munculnya Facebook, LinkedIn, dan My Space pada tahun 2003–2004, perusahaan menyadari bahwa kehadiran mereka di medsos bagus untuk meningkatkan laba. Di Indonesia sendiri, perusahaan besar apa yang tidak punya akun medsos?

Media sosial tidak hanya mengurangi biaya pemasaran dan waktu yang dibutuhkan untuk mempromosikan barang dan jasa, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemasaran dan keterlibatan konsumen.

Untuk individu, medsos juga bisa digunakan untuk mempromosikan diri secara profesional. LinkedIn bahkan StackOverflow dan GitHub adalah contohnya.

Kisah Pembuatan Beberapa Platform Medsos

Facebook

Mark Zuckerberg menyukai pemrograman. CourseMatch adalah gagasan pertamanya yang memudahkan proses pembelajaran "ilmu manusia" (human science). Tujuan CourseMatch adalah untuk membimbing mahasiswa dalam studi dan mengenal teman sekelas mereka. CourseMatch juga memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi terkait materi mata kuliah dan mempersiapkan ujian dengan lebih baik. Nyatanya, app ini memang meningkatkan nilai ujian mahasiswa dan nama Mark disebut.

Yang selanjutnya dibuat oleh MZ adalah Facemash, yang awalnya dibuat sebagai prank belaka, memungkinkan penggunanya membandingkan foto-foto rekan mahasiswa mereka. Hal ini menimbulkan kontroversi dan komplain karena beberapa mahasiswa mengaku foto mereka digunakan tanpa seizin mereka. Ditambah lagi, app ini menyebabkan gangguan pada jaringan di kampus. App ini kemudian dihentikan. Dari prank ini lahirlah Facebook.

Antarmuka Pengguna

Dibandingkan dengan medsos lain pada masa itu, SixDegrees dan Friendster memampukan penggunanya membuat profil dan daftar teman, Facebook memiliki lebih banyak keuntungan. Fitur Wall memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan publik, sementara News Feed menawarkan konten yang sering diperbarui. Pengguna FB yang sadar privasi mengeluhkan fitur ini, alasannya adalah setelah Microsoft membeli 1,6% saham untuk Facebook, mereka meluncurkan program iklan (Beacon) yang melacak aktivitas pengguna di web. Beacon mengumpulkan data perilaku pengguna untuk menyesuaikan konten iklan Facebook. Ini adalah awal mula isu privasi dan keamanan data pribadi.

Namun demikian, Facebook mempertahankan posisinya sebagai platform medsos paling top yang terus diperbarui. Pada tahun 2009, Facebook memperkenalkan tombol Like yang ikonik dan mengakuisisi situs FriendFeed. Pada tahun 2011, Zuckerberg mengganti "Wall" dengan fitur Timeline, yang mengatur urutan kronologis konten pengguna di FB. Pada 2012, perusahaan FB membeli Instagram seharga $1 miliar.

FB Like

Twitter

Sementara itu, Evan Williams yang sebelumnya gagal dengan Odeo karena iTunes, berusaha mencari ide platform medsos lain. Salah satu rekannya, Jack Dorsey, memperkenalkan gagasannya tentang seperti apa proyek medsos itu nantinya. Noah Glass, rekan Williams yang lain, sangat senang dengan konsep tersebut dan menghabiskan sepanjang hari mencari-cari di kamus untuk kata yang menggambarkan suara kicau ringan atau kepakan. Pada bulan Maret 2006, Dorsey meluncurkan versi awal Twitter dan mengirimkan tweet pertama. Setahun kemudian, Twitter memenangkan gelar “startup terbaik” oleh Southwest, menjadi perusahaan sendiri dan menerima modal awal $20 juta.

Pada 2016, Twitter mengakuisisi Vine seharga $30 juta. Platform tersebut adalah layanan hosting video pendek tempat pengguna berbagi klip video berdurasi enam detik. Pada tahun 2013, Instagram menempati posisi terdepan di platform dengan klip video berdurasi 15 detik. Vine gagal memenuhi persaingan dan karenanya ditutup pada tahun 2016.

Meskipun banyak konfrontasi di antara para pemimpin tim dan pemecatan salah satu pemimpin aslinya, Noah Glass, Twitter tetap menjadi platform microblogging terkemuka. Platform medsos ini menghubungkan orang dengan opini dan berita di seluruh dunia.

Instagram

Sejarah "dinding gua modern" dimulai di San Francisco oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Sebelumnya, prototipe Instagram bernama Brbn memungkinkan pengguna untuk check-in dan berbagi foto, yang akhirnya tidak laku. Brbn dibatalkan dan mereka meluncurkan Instagram pada tahun 2010.

Saat ini, Instagram adalah salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan terbesar: sebanyak 25.000 pengguna muncul di hari pertama, lalu 100.000 pengguna dalam satu minggu, meningkat menjadi 1 juta dalam dua bulan. Foto Instagram pertama yang pernah diunggah adalah foto anjing milik Kevin Systrom.

Zuckerberg, pada tahun 2012, membuat tawaran untuk mengakuisisi IG seharga $1 miliar dalam bentuk kas dan saham, dengan janji perusahaan tetap independen.

(Ada satu lagi platform pesan instan yang diakuisisi FB pada 2014; apakah itu??)

Sekarang Instagram memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Hal yang menarik dari aplikasi ini adalah memungkinkan pengguna untuk mengambil foto dan menjadikannya unik menggunakan banyak filter. Antarmuka IG sederhana dan praktis, banyak foto dan video tanpa teks atau iklan yang mengganggu. IG menciptakan komunitas, menginspirasi pengguna untuk mengunggah konten kreatif dan original mereka. Hari ini banyak bisnis di seluruh dunia menggunakan Instagram dalam pemasaran.

Media Sosial dan Dampaknya bagi Manusia

Yang jelas, medsos menyebabkan konten pengguna dan berita/kabar tersebar dengan cepat. Isu lokal menjadi global, konten dari individu tersebar di publik, dan reaksi yang ditimbulkannya bisa seperti ombak. Medsos menyebabkan kenalan online menjadi seolah-olah dekat seperti tetangga sebelah rumah kita.

Beberapa fakta tentang medsos:

  • Rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna di media sosial per hari adalah 2 jam 24 menit
  • Jumlah aplikasi yang diperiksa pengguna media sosial rata-rata mencapai hingga 8, termasuk jejaring sosial dan aplikasi pesan instan
  • 4,57 miliar orang di seluruh dunia menggunakan internet; kebanyakan untuk menggunakan media sosial (3,5 miliar orang)
  • Nama platform medsos yang sering disebutkan adalah Facebook, YouTube, WhatsApp, Facebook Messenger, WeChat, dan Instagram
  • 73% pemasar percaya medsos efektif dalam bisnis mereka
  • 54% pengguna internet mencari di medsos untuk menemukan produk favorit mereka
  • 49% konsumen mempercayai rekomendasi influencer untuk membeli dari suatu merek
  • Pada 2019, jumlah story aktif Instagram mencapai 500 juta
  • 91% pengguna media sosial mengakses saluran sosial melalui perangkat seluler seperti smartphone dan tablet

Tren di Platform Medsos

  1. Popularitas konten ephemeral (fana) akan terus berlanjut
  2. Platform besar akan terus bertahan; pemain baru akan terseok-seok (kecuali mereka mampu menghadirkan inovasi baru yang menarik minat). Ada kemungkinan akan diakuisisi dan diserap, atau malah dihentikan (ingat Koprol dari Indonesia??).
  3. Dominasi konten video (ingat TikTok dan Youtube Short)
  4. Live streaming menjadi hal yang wajar
  5. Banyaknya masalah hukum terkait konten elektronik dan perilaku pengguna web (doxing??)
  6. Meningkatnya kesadaran akan privasi data

Media Sosial yang Jarang Diketahui

ResearchGate (Boston, Massachusetts -> Berlin, Jerman, Mei 2008) "medsos" bagi akademisi, ilmuwan, dan peneliti. Dibuat oleh virologis Dr. Ijad Madisch. Selain itu ada Academia.edu. Konten yang paling banyak dimuat di dua platform ini adalah.... artikel ilmiah dari jurnal, konferensi, atau sumber lainnya.

Kaggle untuk berbagi konten terkait ilmu data. Konten yang dimaksud bisa dalam bentuk kode sumber dan dataset.

9GAG dan tiruannya dari Indonesia?

Apakah Halodoc dan app kesehatan sejenis memiliki elemen medsos di dalamnya?

Ada yang lain yang belum disebutkan?? Line, Path, Telegram, Signal, ... you get the idea

Referensi
  1. Disadur dari Dewzilla, Wikipedia, dan sumber lain dengan perubahan