Lisensi Perangkat Lunak

G. Prasetyadi
20 views

academics

(Tulisan M5 untuk bahan ajar dan diskusi mata kuliah Jejaring Sosial dan Konten Kreatif di Universitas Gunadarma)

Dua kategori umum untuk perangkat lunak (software) di bawah hukum hak cipta: proprietary software dan free, open-source software (FOSS) (bahasa Indonesia: perangkat lunak berpemilik dan perangkat lunak bebas dengan sumber terbuka). Perbedaan mencolok diantara keduanya ialah pemberian hak untuk mengubah dan memodifikasi software kepada pengguna atau konsumen. FOSS memberikan kedua hak itu, maka kode sumber yang dapat dimodifikasi ("open-source") adalah juga bagian dari produk software. Adapun kode sumber proprietary software umumnya tersembunyi / tidak untuk publik.

Software open-source yang memungkinkan siapa pun mengakses, mengaudit, dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan kode sumbernya, biasanya gratis (tidak perlu membayar untuk menggunakan). Untuk mencari keuntungan, biasanya developer resmi sebuah software open source merilis dua versi software tersebut: gratis dan komersial (paid). Namun di artikel ini, kita hanya akan fokus kepada lisensi open source.

Ingat, software gratis (alias Rp 0) belum tentu open source. Contoh: Google Chrome, meskipun sebagian besar kode sumbernya berasal dari proyek open source bernama proyek Chromium (FYI, browser open source berbasis proyek Chromium bernama Chromium).

Apa itu Lisensi Perangkat Lunak?

Lisensi perangkat lunak adalah instrumen hukum yang mengatur penggunaan atau redistribusi perangkat lunak.

Lisensi Perangkat Lunak

Ada tiga lisensi software yang populer: Apache 2.0, MIT, dan GNU. Selain dari itu, total ada lima lisensi yang populer, berdasarkan hasil analisis GitHub pada situs webnya:

1. GNU General Public License v3.0 ( GNU GPLv3 )

Izin dari lisensi copyleft kuat ini dikondisikan untuk menyediakan kode sumber lengkap dari karya berlisensi dan modifikasi, yang mencakup karya yang lebih besar menggunakan karya berlisensi, di bawah lisensi yang sama. Hak cipta dan pemberitahuan lisensi harus dipertahankan. Kontributor memberikan hibah hak paten secara tegas.

2. Mozilla Public License 2.0

Izin dari lisensi copyleft lemah ini dikondisikan untuk menyediakan kode sumber dari file berlisensi dan modifikasi file tersebut di bawah lisensi yang sama (atau dalam kasus tertentu, salah satu lisensi GNU). Hak cipta dan pemberitahuan lisensi harus dipertahankan. Kontributor memberikan hibah hak paten secara tegas. Namun, karya yang lebih besar yang menggunakan karya berlisensi dapat didistribusikan di bawah persyaratan yang berbeda dan tanpa kode sumber untuk file yang ditambahkan dalam karya yang lebih besar.

3. Apache License 2.0

Lisensi permisif yang syarat utamanya memerlukan pelestarian hak cipta dan pemberitahuan lisensi. Kontributor memberikan hibah hak paten secara tegas. Karya berlisensi, modifikasi, dan karya yang lebih besar dapat didistribusikan di bawah persyaratan yang berbeda dan tanpa kode sumber.

4. MIT License

Lisensi permisif yang singkat dan sederhana dengan ketentuan yang hanya memerlukan pelestarian hak cipta dan pemberitahuan lisensi. Karya berlisensi, modifikasi, dan karya yang lebih besar dapat didistribusikan di bawah persyaratan yang berbeda dan tanpa kode sumber.

5. The Unlicense

Lisensi tanpa syarat apa pun yang mendedikasikan karya ke domain publik. Karya tanpa izin, modifikasi, dan karya yang lebih besar dapat didistribusikan dengan persyaratan yang berbeda dan tanpa kode sumber.

Izin, Kondisi, dan Batasan

Lisensi software open source mengatur banyak (bukan semua ya..) aspek yang dibagi menjadi tiga golongan umum: izin (apa saja yang bisa dilakukan terhadap software), kondisi yang harus dipenuhi dengan diterimanya lisensi ini, dan batasan. Berikut sebagian besar aspek itu:

  • Penggunaan komersial: Materi berlisensi dan turunannya dapat digunakan untuk tujuan komersial
  • Distribusi: Materi berlisensi dapat didistribusikan (via cloud storage, flash drive, email, DVD, dsb..)
  • Modifikasi: Materi berlisensi dapat dimodifikasi
  • Penggunaan paten: Lisensi ini mengizinkan hibah hak paten dari kontributor
  • Penggunaan pribadi: Materi berlisensi dapat digunakan dan dimodifikasi secara pribadi
  • Pengungkapan sumber: Kode sumber harus tersedia ketika materi berlisensi didistribusikan
  • Lisensi dan pemberitahuan hak cipta: Salinan lisensi dan pemberitahuan hak cipta harus disertakan dengan materi berlisensi
  • Lisensi dan pemberitahuan hak cipta untuk sumber: Salinan lisensi dan pemberitahuan hak cipta harus disertakan dengan materi berlisensi dalam bentuk sumber, tetapi tidak diperlukan untuk wujud binary
  • Penggunaan di dalam jaringan adalah bentuk distribusi: Pengguna yang berinteraksi dengan materi berlisensi melalui jaringan diberi hak untuk menerima salinan kode sumber
  • Lisensi yang sama: Modifikasi harus dirilis di bawah lisensi yang sama saat mendistribusikan materi berlisensi. Dalam beberapa kasus, lisensi serupa atau terkait dapat digunakan
  • Perubahan status: Perubahan yang dibuat pada materi berlisensi harus didokumentasikan
  • Kewajiban (liability): Lisensi ini mencakup batasan tanggung jawab
  • Penggunaan merek dagang: Lisensi ini secara eksplisit menyatakan bahwa ia TIDAK memberikan hak merek dagang
  • Jaminan (warranty): Lisensi ini secara eksplisit menyatakan bahwa ia TIDAK memberikan jaminan apapun

(Lima aspek pertama adalah izin, tiga aspek terakhir adalah batasan, sisanya kondisi.)

Teks Lisensi

Ya namanya lisensi, pasti ada teks nya. Bisa dilihat di link ini.

Contoh lisensi MIT:

MIT License

Copyright (c) [tahun] [nama lengkap]

Permission is hereby granted, free of charge, to any person obtaining a copy
of this software and associated documentation files (the "Software"), to deal
in the Software without restriction, including without limitation the rights
to use, copy, modify, merge, publish, distribute, sublicense, and/or sell
copies of the Software, and to permit persons to whom the Software is
furnished to do so, subject to the following conditions:

The above copyright notice and this permission notice shall be included in all
copies or substantial portions of the Software.

THE SOFTWARE IS PROVIDED "AS IS", WITHOUT WARRANTY OF ANY KIND, EXPRESS OR
IMPLIED, INCLUDING BUT NOT LIMITED TO THE WARRANTIES OF MERCHANTABILITY,
FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE AND NONINFRINGEMENT. IN NO EVENT SHALL THE
AUTHORS OR COPYRIGHT HOLDERS BE LIABLE FOR ANY CLAIM, DAMAGES OR OTHER
LIABILITY, WHETHER IN AN ACTION OF CONTRACT, TORT OR OTHERWISE, ARISING FROM,
OUT OF OR IN CONNECTION WITH THE SOFTWARE OR THE USE OR OTHER DEALINGS IN THE
SOFTWARE.

Biasanya teks lisensi disimpan di root directory proyek dengan nama file LICENSE. Atau bisa juga disimpan di folder khusus jika software menggunakan banyak lisensi, misalnya untuk beberapa modul yang digunakan. Apabila software memiliki GUI atau komponen user facing, notifikasi atau bahkan teks-nya ditampilkan (misalnya di menu About atau semacamnya).

Copyleft vs Copyright

Di atas kita melihat ada istilah "copyleft". Istilah ini adalah permainan kata dari "copyright". Copyright adalah hak yang memungkinkan pembuat software untuk melarang dan mencegah pihak-pihak lain memperbanyak dan menjual produk software tanpa izin. Sedangkan copyleft memastikan semua orang bisa menikmati sebuah software open source, termasuk melakukan modifikasi terhadapnya (dengan tetap mengikuti aturan tentunya).

Ada beberapa lisensi copyleft yang "lemah"; ia mengizinkan pengubahan atau penambahan lisensi lain, tidak harus lisensi yang sama. Contoh lisensi copyleft semacam ini adalah Apache 2.0.

Bingung? Sederhananya, copyleft adalah copyright juga, tapi digunakan untuk software open source.

Lisensi Non Perangkat Lunak

  1. Data / basis data, video, musik, efek suara, dsb..: CC-BY-4.0 dan keluarga Creative Commons.
  2. Font: SIL Open Font License 1.1 khusus untuk font, agar font tersebut bisa digunakan secara bebas di sebuah materi / hasil karya.
Referensi

Komentar